Untuk itu Muhammadiyah menyerukan agar umatnya memilih pemimpin yang peduli dengan dakwah dan perjuangan umat Islam.
Namun Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta publik tak mengaitkannya dengan pernyataan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang sempat menyitir Al Maidah ayat 51.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Haedar, kata-kata dakwah perjuangan Islam dan akhlak mulia menandakan bahwa tanpa mengaitkan dengan surat Al Maidah, sudah menjadi hak politik yang wajar dilakukan umat Islam.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyatakan, imbauan ditujukan khusus pada masyarakat Indonesia yang menjadi pengikut ajaran Muhammadiyah.
"Kami mengimbau warga Persyarikatan menggunakan hak pilih dengan memilih kandidat berakhlak mulia, amanah, jujur, bersih, kompeten, dekat dengan rakyat, dan peduli terhadap dakwah serta perjuangan umat Islam," kata Abdul.
Khusus Pilkada DKI yang sarat isu-isu agama, Haedar dan Abdul mengatakan, imbauan yang diberikan sama dengan yang disampaikan untuk seluruh umat Islam di Indonesia serta umat Muhammadiyah.
Muhammadiyah juga mengingatkan agar masyarakat menjauhi praktik politik transaksional, kampanye hitam, dan perbuatan tak bermoral lainnya.
"Dalam arti atau konteks lebih luas adalah memilih pemimpin yang bisa memajukan kehidupan umat dan bangsa," ujar Haedar.