Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki mengatakan, permasalahan utama relokasi itu adalah penyediaan lahan. Target penyelesaian relokasi akhir 2016 tak terwujud karena persoalan itu.
Teten mengatakan, tanggung jawab program relokasi itu ada di tangan pemerintah daerah. Ia berkata, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menyalurkan dana relokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teten mendesak Pemkab Karo segera mencari lahan agar korban Sinabung tidak lagi hidup di pengungsian.
"Tadinya di sana katakanlah cuma seribu warga, lalu didatangi 10 ribu (pengungsi), kan jadi enggak enak," ucapnya.
Erry berkata telah menyarankan Bupati Karo Terkelin Brahmana untuk menyiapkan sejumlah lahan agar korban Sinabung tidak direlokasi di satu tempat yang sama. Menurutnya, upaya itu harus dibarengi pendekatan pada warga lokal supaya terbuka pada kehadiran pengungsi Sinabung.
"Itu perlu agar penempatan pengungsi bisa disesuaikan dan disetujui baik penduduk setempat, maupun pengungsi yang akan menempati," kata Erry.
Relokasi tahap kedua ditujukan untuk 1.903 kepala keluarga. Hingga Agustus mendatang, pemerintah menargetkan 1.655 unit rumah telah berdiri untuk para pengungsi itu.