Jokowi menuturkan, pertumbuhan ekonomi NTT sejak 2014 sebenarnya selalu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Pada 2016, NTT tumbuh 5,18 persen, sementara ekonomi nasional tumbuh 5,02 persen.
"Itu belum cukup. Pemerintah perlu kerja keras lagi terutama mengentaskan kemiskinan, menurunkan ketimpangan, dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi berkata, NTT merupakan salah satu beranda terdepan Indonesia yang berhadapan langsung dengan negara-negara tetangga. Itulah alasannya, kata dia, NTT memerlukan perhatian khusus untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan transportasi.
"Saya minta pengembangan sektor pariwisata memiliki dampak nyata pada bergeraknya sektor UMKM di NTT," ucapnya.
Merujuk data BPS, pada 2015 terdapat 1,159 juta penduduk miskin di NTT. Angka itu meningkat dibandingkan tahun 2014, yakni 994 ribu jiwa.