Djarot menuturkan, perbandingan itu dapat menjadi pengukur kinerjanya dan gubernur Basuki Tjahaja Purnama selama ini. "Malah bagus, supaya warga bisa lihat bagaimana progresnya. Dulu wilayah yang banjirnya lama sekali, sekarang sudah berkurang," ujarnya di Jalan Cipinang Bali, Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Selasa (21/2).
Djarot mengklaim saluran air yang telah dibangun saat ini sudah efektif mencegah banjir. Bahkan, kata dia, air yang meluap kini semakin cepat surut.
Lihat juga:'Kalau Air Seleher, Kami Baru Geser' |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain melakukan peninjauan di Cipinang Muara, Djarot juga meninjau Pintu Air Karet di Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pagi tadi tinggi permukaan air di pintu air tersebut sudah memasuki siaga satu dengan ketinggian mencapai 650 sentimeter.
Sejak kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperoleh 401 laporan tentang banjir dari masyarakat. Banjir diperkirakan merendam ribuan rumah di berbagai titik di ibu kota.
Merujuk data petabencana.id yang digunakan BNPB, hujan yang mengguyur Jakarta sejak Senin malam menyebabkan banjir di 51 lokasi, dengan rincian 11 di Jakarta Selatan, Jakarta Timur (29), dan Jakarta Utara (11).
Ketinggian air terpantau beragam di beberapa titik, mulai dari 20 hingga 150 sentimeter.
(abm/obs)