Menurutnya, pengiriman dana bantuan tersebut dilakukan oleh pengurus yayasan Solidaritas untuk Syam, Abu Kharis, yang dititipkan kepada pegawai Bank BNI Syariah, Islahudin Akbar.
"Itu mungkin Kapolri kurang valid infonya ke beliau sehingga sampaikan seperti yang kemarin," kata Kapitra saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Kamis (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ada transfer US$4,6 ribu dari Islahudin lewat rekening pribadi. Itu uang Abu, pengurus yayasan Solidaritas untuk Syam," katanya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan penyidik menemukan indikasi pengiriman dana dari GNPF MUI ke Turki. Menurutnya, Islahudin menarik uang di atas Rp1 miliar yang kemudian diserahkan kepada Bachtiar Nasir.
Berdasarkan informasi yang dipeoleh polisi, Tito menambahkan, lembaga bantuan yang menjadi tujuan pengiriman uang tersebut memiliki hubungan dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Pada pengujung 2016, nama Bachtiar ramai diperbincangkan di media sosial setelah akun Facebook bernama Moch Zain mengunggah informasi bahwa yayasan pimpinan Bachtiar, Indonesian Humanitarian Relief (IHR), mengirim bantuan logistik untuk mendukung kelompok pemberontak pemerintahan Bassar Al-Assad, Jaysh Al-Islam di Aleppo, Suriah.
Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, polisi menyatakan tengah menyelidiki dugaan tersebut. Namun sejauh ini, polisi belum pernah meminta keterangan Bachtiar sebagai pemimpin yayasan. (obs)