Sekretaris Direktorat Jenderal Permasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menyebut petugas lapas masih sering terjerat dalam jaringan itu. Peristiwa yang paling baru terjadi di Lapas Pekalongan.
"Jadi ada tiga ya yang memiliki peran, yaitu petugas lapas, warga, dan juga para narapidananya," kata Sri saat ditemui di gedung Ditjen Permasyarakatan, Sabtu (25/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya keikutsertaan oknum dari banyak lini, Sri mengatakan cara orang-orang menyelundupkan narkoba pun semakin canggih. Terbukti untuk kasus di Pekalongan, pelaku menyelundupkan narkoba dengan dimasukkan ke dalam kulit kacang tanah.
"Untuk setiap pelanggaran kami buktikan dengan pemberian hukuman disiplin baik tingkat ringan, menengah, dan berat, pada 2015 200 pegawai dan 2016 30 pegawai," ujar dia.
Pada 2017, setidaknya ada lima penggagalan penyelundupan narkoba ke dalam lapas. Peristiwa paling fenomenal adalah penyelundupan 13 butir ekstasi dan 11 paket sabu yang dikemas dalam kacang kulit yang telah diganti isinya.
Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (22/2) dan baru diketahui bahwa pengiriman dengan modus yang sama ke orang yang sama telah terjadi sebanyak dua kali sebelum akhirnya ketahuan.
Sebelumnya, pada Senin (20/2), petugas Lapas Banjarmasin menggagalkan 200 butir zenith. Penyelundupan terjadi pada hari yang sama dan langsung ketahuan oleh para petugas.
Sementara tiga penyelundupan sisanya terjadi di Binjai pada Ahad (15/1) dan Senin (16/1) dengan barang bukti satu paket ganja, dua paket sabu, uang sebesar Rp 4,05 juta, dan satu paket ganja yang dilempar dari luar lapas; Semarang pada Ahad (15/1) dengan barang bukti enam paket sabu yang disembunyikan dalam bungkus rokok; dan di Jambi pada Rabu (8/2) dengan baramg bukti sabu yang disembunyikan di balik baju. (gil)