Saat ini TNI dan Polri masih mengejar pelaku yang diduga berasal dari kelompok kriminal bersenjata.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan pihaknya bersama TNI tengah mengidentifikasi dan memetakan wilayah-wilayah yang ditengarai menjadi tempat persembunyian para pelaku.
"Masih dilakukan pelacakan dan pengejaran terhadap kelompok-kelompok yang melakukan kontak senjata dan melarikan diri. Untuk penjagaan dan pengamanan ditingkatkan lagi, agar orang tak dikenal ini terbatas daerah pergerakannya," kata Rikwanto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siburian menduga, Mandowen ditembak dari jarak dekat dengan menggunakan senjata laras pendek. Dia mengatakan, tak ada senjata prajurit yang dirampas kelompok kriminal bersenjata (KKB) itu. Para pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi atas kejadian penembakan itu.
Asisten Bidang Pemerintah, Hukum dan HAM Setda Provinsi Papua Doren mengatakan, kejadian di Puncak Jaya murni kriminal. Dia menyatakan, penembakan itu tidak ada kaitannya dengan proses pilkada yang saat ini sedang berlangsung.
Pihaknya mengimbau masyarakat kembali beraktivitas seperti biasanya dan tidak terpengaruh dengan penembakan tersebut. Selain itu, Pemprov Papua juga berharap masyarakat dapat mengendalikan diri untuk menghindari permasalahan baru yang dapat merugikan semua pihak. (pmg/wis)