"Saya minta terus diidentifikasi betul-betul, siapa agennya, siapa operatornya. Dalam berita acara mereka menyanggupi bayar ganti rugi tapi kami akan terus lakukan pemeriksaan," kata Siti di Istana Negara, Jakarta kemarin.
Menurutnya, dalam kejadian ini ada dua hal utama yang jadi perhatian yakni penggantian kerusakan dan aspek hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini menurut Siti adalan kejadian pertama kali di Indonesia. Kasus yang pernah terjadi selama ini adalah rusaknya wilayah bawah air karena tumpahan minyak. Misalnya rusaknya perairan Laut Tuban akibat pipa Petrochina yang bocor.
"Kami siap, masyarakat tidak boleh dirugikan karena kerusakan lingkungan, terumbu karang yang rusak oleh MV Caledonian Sky harus segera diatasi," kata Havas saat dihubungi CNNIndonesia.com di Jakarta.
Kapal pesiar itu diketahui berbendera negara persemakmuran Inggris, Bahama. Kapal ini memilkii panjang 90 meter dan dimiliki oleh operator wisata Caledonian Noble.
Lihat juga:Kecantikan Terumbu Karang Raja Ampat Rusak |
Kapal berbobot 4.290 ton itu membawa 102 penumpang dan 79 awak pada perjalanan selama 16 malam dari Papua Nugini ke Filipina. Kapal itu merusak sekitar 1.600 meter persegi karang di lokasi menyelam yang dikenal sebagai Crossover Reef.
Insiden itu mengakibatkan kehancuran habitat struktural ekosistem dan pengurangan atau hilangnya keragaman delapan spesies karang, termasuk Acropora, Porites, Montipora, dan Stylophora.