Selain menangkap Aldi, penyidik juga menemukan lima korban baru yang berusia 3-9 tahun, sehingga total korban mencapai 13 orang.
Kepala Hubungan Bidang Permasyarakatan Polda Metro Jaya Komisari Besar Argo Yuwono mengatakan Aldi dibekuk setelah penyidik melakukan olah digital forensik dari barang bukti telepon seluler yang disita beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Argo, Aldi merupakan anggota dari empat tersangka yang dibekuk sebelumnya yakni empat pengurus Official Candy's Grup. Pemuda yang bekerja sebagai karyawan swasta itu bergabung dalam grup WhatsApp internasional.
"Kalau sebelumnya tersangka Wawan alias WW ditemukan ada 500 konten, ini ada 1.000 konten dari berbagai negara. Indonesia juga ada. Dari 1.000 ini ada video dan gambar," kata Argo.
Argo mengatakan sejauh ini belum ada anak-anak yang diduga menjadi korban Aldi. Lima korban di atas merupakan korban tersangka sebelumnya. Korban ini rata-rata merupakan tetangga pelaku.
"Motifnya sama seperti admin. Bukan uang tetapi demi kepuasan seksual," kata Argo.