"Apa yang dituduhkan, apa yang namanya pemerasan, pungli, suap, saya katakan tidak ada seperti itu," kata Jaffar di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (19/3).
Menurutnya, apa yang selama ini dilakukan oleh Komura masih sesuai dengan koridor aturan yang berlaku. Termasuk, pungutan panjar sebesar 30 persen dari total biaya pemuatan dan pembongkaran barang yang dimintakan kepada pihak perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk asosiasi perusahaan bongkar muat, pemilik barang dan pengelola pelabuhan. Difasilitasi dan diketahui oleh tiga pembina, diantaranya KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan), Dinas Tenaga Kerja dan Dinas koperasi," lanjut dia.
Lihat juga:OTT Pungli di Pelabuhan Samarinda |
Kalau memang masih dikeluhkan, ujarnya, harusnya pemerintah bisa melakukan mediasi terlebih dulu untuk kemudian dibahas lebih lanjut. Bukan justru ditindak tanpa meminta keterangan pihak koperasi.
Menurutnya, uang tersebut adalah uang upah kerja 1.300 karyawan Komura yang belum dibayarkan maupun biaya operasional untuk membeli bahan bakar kapal dan juga utang koperasi.
"Jadi uang dalam brankas yang diambil polisi itu baru saja dicairkan dari bank. Baru masuk di kasir, tahu-tahu langsung digrebek," kata dia.