Keempat diduga teroris itu adalah Suryadi Mas'ud alias Abu Ridho, Bambang Eko Prasetyo, Mulyadi, dan Adi Jihadi. Keempatnya ditangkap di lokasi berbeda di Jawa Barat dan Banten, hari ini, Kamis (23/3).
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, keempat teroris ini ditangkap karena diduga memiliki sejumlah keterlibatan dalam kasus terorisme di tanah air seperti bom Thamrin 2016 dan pemboman gereja di Samarinda 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari perintah itu Suryadi keluar-masuk Filipina sebanyak tujuh kali untuk membeli senjata api dan berhubungan dengan pimpinan Anshor Daulah Filipina, Hapilon Isnilon.
Untuk terduga lain, Bambang, Boy mengatakan Bambang turut serta dalam pelatihan militer bersama kelompok teror di Filipina Selatan. Bambang ditangkap hari ini di Ciputat, Tangerang Selatan, pukul 13.08 WIB.
Sementara itu, dari Adi Jihadi teroris yang ditangkap di wilayah Pandeglang pukul 13.24 WIB, polisi mengamankan satu pucuk pistol sebagai barang bukti.
Sebelumnya, di hari yang sama, Densus 88 lebih dulu mengungkap penangkapan empat terduga teroris jaringan Rio Priatna yang memiliki koneksi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Mereka adalah Nanang Kosim, Achmad Supriyanto, dan Icuk Pamulang Abdul Majid.
Boy berkata, keempatnya ditangkap dalam perjalanan dari Anyer ke Ciwandan, wilayah Banten pukul 12.00 WIB.