Tolak ukurnya menurut Soni adalah banyaknya informasi yang bisa diakses oleh warga dari mulai data hingga kegiatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia mencontohkan, rapat pimpinan yang digelar hari ini, besok bisa dilihat hasilnya di situs beritajakarta.com.
"Keluhan juga bisa langsung dilaporkan melalui aplikasi Qlue. Saya kira tidak ada daerah lain yang tingkat transparansi seperti Jakarta," kata Soni di Jakarta, Senin (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin yang dimaksud open governance oleh Pak Anies adalah aspek transparansi dalam good governance yang transparan," kata Soni.
Meski begiti, Dian mengakui masih banyak masyarakat yang belum peka dan familiar dengan media digital. Padahal informasi yang disajikan tersebut hampir semua disalurkan melalui media digital.
"Masukan juga buat kami, publikasinya masih kurang, sehingga tidak terpublikasi," kata Dian.
"Ini sudah dikerjakan sejak empat tahun lalu. Saya enggak tahu yang dimaksud Anies (Baswedan) yang mana," kata Djarot.
Calon gubernur Anies Baswedan sebelumnya menyebut sistem open governance yang diterapkan Pemprov DKI di masa kepemimpinan Ahok, sapaan Basuki, dan Djarot belum maksimal.
Bagi Anies, open governance bukan cuma soal keterbukaan informasi. Tapi juga pelibatan warga dalam membangun ibu kota. Anies berjanji, jika terpilih nanti, partisipasi warga akan dipertimbangkannya dalam menyusun sebuah kebijakan.