"Iya ledakan bom paralon," kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto ketika dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Jumat (31/3).
Hari mengatakan pihaknya masih menyelidiki adanya dugaan teror dalam insiden yang menyebabkan keresahan masyarakat Kota Poso.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesimpulan awal ini hanya petasan yang dikemas di dalam paralon. Walaupun tidak berbahaya, tapi kami tetap melakukan penyelidikan dan mencari pelaku,” ujarnya.
"Hasilnya ditemukan pipa plastik, pecahan paralon, kemudian bekas jelaga atau arang. Olah TKP beberapa kali, sampai siang tetap tidak ditemukan sejenis logam yang mengindikasikan ke bom, paku gotri, detonator juga tidak ada," kata Hari.