Wiranto ingin memastikan apakah Al Khaththath bisa dibebaskan sore hari ini, sekaligus menanyakan kepada Tito apakah penangkapan terhadap Al Khaththath dan tiga orang lainnya sudah memenuhi cukup alat bukti
"Nanti saya tanyakan, segera koordinasi kepada Kapolri apa sudah cukup bukti. Ada proses melepaskannya, tentu harus ada koordinasi," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Ketua Umum Partai Hanura itu mengatakan bakal segera melaporkan aspirasi yang disampaikan para ulama, perwakilan massa Aksi 313 kepada Presiden Joko Widodo.
"Nanti disampaikan ke presiden, yang penting demonstrasi berhasil kembali pulang supaya tidak menimbulkan kekhawatiran, keresahan masyarakat," kata Wiranto.
Menkopolhukam Wiranto saat menggelar pertemuan dengan Amien Rais dan perwakilan peserta Aksi 313. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
Terkait dengan tuntutan Aksi 313, Wiranto mengatakan pemerintah tak bisa mengintervensi kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Wiranto meminta pihak yang kerap melakukan aksi berjilid itu tidak terus mencurigai pemerintah berpihak dalam proses persidangan perkara dugaan penodaan agama yang menjerat Ahok.
"Terkait Ahok pemerintah jangan sampai dicurigai berpihak pada proses peradilan. Karena permerintah tidak bisa mencampuri urusan yudikatif," kata Wiranto.
"Jadi bukan ingin membela (Ahok), tapi ingin tuntas secara hukum," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Tuduhan makar dianggap tak berdasar
Ketua Umum Parmusi, Usamah Hisyam, sementara itu mengaku kecewa dengan penangkapan Al Khaththath yang dituduh telah melakukan pemufakatan makar.
Al Khaththath ditangkap polisi bersama tiga orang lainnya yakni Pimpinan Gerakan Mahasiswa Pelajar Bela Bangsa dan Rakyat (GMPBBR) Zainudin Arsyad, Wakil koordinator lapangan aksi 313, Irwansyah, serta Panglima Forum Syuhada Indonesia Diko Nugraha.
Menurut Usamah, tuduhan makar kepada Al Khaththath dan tiga orang lainnya itu mengada-ada dan tak berdasar. Ia memastikan bahwa Aksi 313 tak punya tujuan makar seperti yang dituduhkan oleh polisi.
"Agenda makar ini mengada-ada. Ini kriminalisasi lagi ke ulama," kata Usamah.
"Tadi saya debat dengan polisi di acara televisi nasional. Dia bilang ada pemufakatan makar. Saya pastikan itu tidak ada," tegasnya.
Menkopolhukam Wiranto saat menggelar pertemuan dengan Amien Rais dan perwakilan peserta Aksi 313. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)