Berdasarkan keterangan yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana longsor terjadi akibat hujan yang mengguyur desa setempat sejak Jumat malam (31/3).
"Longsor menimbun rumah dan masyarakat yang sedang memanen jahe di bagian bawah lereng perbukitan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Total rumah yang terdampak akibat longsoran di Desa Banaran mencapai sekitar 25-30 unit rumah.
Diberitakan Detikcom, hasil pendataan terakhir hingga pukul 15.30 WIB, sebanyak 31 orang dilaporkan belum berhasil ditemukan. Dugaan sementara, mereka ikut menjadi korban yang tertimbun tanah longsor.
"Untuk sementara, ada 31 warga yang dilaporkan hilang dan diduga tertimbun longsor," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Ponorogo, Setyo Budion.
"Karena 10 orang itu kelihatannya sedang memanen jahe. Sisanya, kemungkinan tertimbun saat di dalam rumah. Di rumah ada yang lagi masak," kata dia.
Selain menjadi korban timbunan longsor, tak sedikit warga di Desa Banuran mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah dan pohon tumbang. Mereka saat ini menjalani perawatan di Puskesmas setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT