Kepala Bidang Hubungan Permasyarakatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan Andreas pergi ke Amerika melalui Jepang. Andreas pergi tanpa memberitahukan keberangkatannya ke Polda Metro Jaya.
"Kami sudah melayangkan surat panggilan tapi tidak datang. Kami cek ke imigrasi dia sudah di Jepang. Tanggal 3 berangkatnya," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum dapatkan itu," kata Argo singkat.
Menemani Sandiaga di Polda, Anggota Tim Advokasi Anies-Sandi, Arifin Djauhari mengatakan calon wakil Gubernur DKI itu tidak mengetahui penjualan lahan dalam kasus dugaan penggelapan yang sedang diproses di Polda Metro Jaya.
Menurut Arifin, kasus tersebut bermula ketika Sandiaga membeli saham PT Japirex dari John Nainggolan tahun 2001 yang berkedudukan di Curug, Tangerang, Banten.
"Atas pembelian 1.000 lembar saham oleh Sandiaga tersebut, kemudian Sandiaga menjadi pemegang saham 40 persen atas perseroan," kata Arifin.
Dalam kedudukannya sebagai pemegang saham, kata Arifin, Sandiaga masuk kepengurusan perseroan sebagai komisaris, bersama Effendi Pasaribu. Adapun Andreas Tjahjadi menjabat direktur utama PT Japirex.
"Singkat cerita, 11 Februari 2009, PT Japirex ini, oleh pemegang saham 40 persennya, Sandiaga Uno, 60 persen Andreas Tjahyadi, dibubarkan," ucapnya.
Pemegang saham bersepakat membubarkan perusahaan dan membentuk tim likuidasi. Dalam prosesnya, kata Arifin, PT Japirex berstatus terlikuidasi dan dinyatakan sudah tidak ada lagi.