Pernyataan Gus Dur pada 17 Februari 2007 itu diputar kembali melalui video di pengadilan dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Salah satunya, dia menilai bahwa adalah sikap bodoh kalau ada orang yang menyatakan tak boleh memilih orang Tionghoa dalam pemilihan gubernur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Ahok bersama dengan Eko Cahyono mencalonkan diri untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur Bangka Belitung. Pidato Gus Dur sendiri dilakukan di Lapangan Taman Sari, Sungai Liat.
Dia mengatakan tak ada hubungannya antara ras, agama dan jabatan gubernur. Gus Dur menuturkan warga memilih seorang gubernur karena dia memang pantas sebagai gubernur.
Pada rekaman gambar tersebut, Gus Dur terlihat menyampaikan pandangannya ihwal pemilih non muslim pada kampanye Pemilihan Kepala Daerah Bangka Belitung 2007. Ia berada sepanggung dengan Ahok kala berpidato.
Satu Panggung
Selain Ahok dan Gus Dur, Yenny Wahid juga terlihat di video tersebut. Mereka berada di satu panggung dan berhadapan dengan ratusan massa yang terekam kamera.
Usai memutar video Gus Dur, hakim menayangkan rekaman gambar pernyataan Rizieq Shihab ihwal Al Maidah ayat 51. Video itu diajukan oleh kuasa hukum Ahok.
"Ini termasuk bukti ya, jadi bisa diputar ini," kata Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto.
Ahok menjadi terdakwa kasus penodaan agama karena pidatonya di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Atas kasus tersebut, JPU mendakwa Ahok dengan pasal 156 atau pasal 156a Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).