Temuan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan BPK yang dimuat dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II tahun 2016.
Dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, kelima proyek tersebut merupakan bagian dari proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik 10 ribu mega watt periode 2006-2015. Kelima proyek PLTU tersebut, di antaranya PLTU Tanjung Balai Karimun, PLTU Ambon, PLTU 2 NTB Lombok, PLTU Kalbar 2, dan PLTU Kalbar 1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemborosan uang negara itu dikalkulasi dengan nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp9.000 pada 2007. Jika dihitung baik dari nilai proyek dan denda keterlambatan, maka negara mengucurkan sekitar Rp2,94 triliun. Proyek PLTU itu berada di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menjabat presiden untuk dua periode yakni 2004-2014.
Sebelumnya, Jokowi menyoroti mangkraknya 34 pembangkit listrik sisa program Fast Track Program (FTP) I dengan total kapasitas 627,8 MW. Pemerintah mengestimasi potensi kerugian 34 pembangkit ini sebesar Rp3,76 triliun.
Lihat juga:PLN Kejar Penyelesaian Enam Proyek Mangkrak |