Fransiska mengatakan, selain diduga menggelapkan hasil penjualan tanah di Curug, Banten tahun 2012, Sandi dan Andreas diduga tidak memasukkan hasil likuidasi PT Japirex rekening milik perusahaan.
"Tapi dari proses ini saya mendapatkan bukti baru seperti pemalsuan yang sudah saya laporkan. Nanti saya juga akan laporkan penggelapannya.
Lihat juga:Perang Medsos di Penghujung Pilkada DKI |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan surat pernyataan untuk dimasukkan ke dalam akun pribadi itu sudah menyalahkan peraturan," katanya.
"Ini (dokumen) yang palsu, kalau Sandi kan bilang tidak tahu. Dan ini surat pernyataan jelas tertulis apa yang ditransaksikan. Kalau kita lihat, ini tandatangan Sandiaga Uno," kata Fransiska.
Berita Bohong
Terkait dengan hal itu, Tim Advokasi Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Yupen Hadi mengatakan jika hal itu dilaporkan, maka pihaknya pun akan melaporkan Fransiska ke polisi dengan tuduhan berita palsu. Dia mengatakan pihaknya kesal karena merasa dipermainkan, terutama saat masa Pilkada DKI Jakarta.
“Kami kesal saja dimain-mainin. Ini masa politik kok, kami laporkan balik dengan tuduhan berita bohong,” kata Yupen ketika dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Sabtu (8/4).
Dia mengatakan Sandi sebagai pemilik perusahaan, sudah menyerahkan hal itu kepada tim likuidasi. Yupen menegaskan uang hasil penjualan itu tak masuk ke rekening Sandiaga, melainkan ke rekening Andreas Tjahjadi, karena rekening perusahaan sudah ditutup.