Warga Desa Tegaldowo, Rembang, yang ikut unjuk rasa itu, Sukinah, menyebut malapetaka bagi komunitas petani di Pegunungan Kendeng adalah penambangan batu gamping dan operasional pabrik semen.
"Pukul lesung di daerah kami adalah simbol penolak bala, tapi saat ini bala adalah pembangunan pabrik," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau hasilnya memihak pembangunan pabrik, kami akan tetap berjuang agar pembangunannya dibatalkan karena fakta di lapangan, penambangan memang merusak lingkungan," kata Sukinah.
Kelompok masyarakat penolak industri semen di Rembang sebelumnya sudah dua kali melakukan aksi cor semen kaki di depan Istana Kepresidenan. (CNN Indonesia/Tiara Sutari) |
Selain memukul lesung, para 'kartini Kendeng' itu juga menembangkan sejumlah lagu tradisional berbahasa Jawa. Lirik lagu-lagu itu berisi kekhawatiran mereka atas kerusakan alam di desa mereka.
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan Tim Pelaksana KLHS untuk Kebijakan Pemanfaatan dan Pengelolaan Pegunungan Kendeng yang Berkelanjutan merekomendasikan penambangan di CAT Watuputih belum dapat dilakukan.
Hal itu, sambungnya, sampai ada keputusan status CAT itu dapat ditambang atau tidak.
Kelompok masyarakat penolak industri semen di Rembang sebelumnya sudah dua kali melakukan aksi cor semen kaki di depan Istana Kepresidenan. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)