Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono memberikan penghargaan berupa uang tunai Rp10 juta. Sumarsono mengatakan, aksi heroik yang dilakukan oleh Sunaryanto telah jadi bukti nyata dari kesadaran aparat kepolisian akan tugasnya untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
"Padahal saat kejadian, Sunaryanto ini tidak sedang bertugas. Maka atas sikap pahlawan penuh rasa kemanusiaan untuk menolong sesama, kami Pemprov DKI memberikan apresiasi pada Aiptu Sunaryanto," kata Soni, sapaan Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, saat Apel Relawan Siaga Bencana, Kamis (12/4).
"Sekadar untuk penghibur saja. Semoga bisa memberikan semangat," ujar Soni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan penghargaan dari Pemprov DKI ini bisa bermanfaat bagi saya. Biar tambah semangat juga," kata Sunaryanto.
"Intinya, agar teman-teman yang lain terus semangat menjaga keamanan masyarakat selama 24 jam dalam sehari," kata Sunaryanto.
Aksi penyanderaan pada ibu dan bayinya terjadi pada Minggu (10/4) lalu di Perempatan Buaran, Jakarta Timur dalam angkot KWK-T.25 jurusan Rawamangun-Pulogebang.
Pelakunya Hermawan yang menyandera Risma Oktaviani (25) yang tengah menggendong putranya yang masih balita, Dafa Ibnu Hafiz.
Pengendara jalan berkerubung tapi tak bisa berbuat banyak. Hermawan saat itu mencekik dan menyerangkan pisau di leher Risma. Penjambret mengancam bakal menggorok leher Risma yang tengah menggendong anaknya dalam keadaan panik.
Saat itu Sunaryanto sedang dalam perjalanan menuju kantorya di Unit Kecelakaan Lantas, Kebon Nanas.
Upaya negosiasi sempat dilakukan. Hermawan sementara itu masih berang karena tak bisa berbuat banyak di tengah kerumunan massa. Insiden penyanderaan itu bergulir selama hampir setengah jam.
Menanggapi kondisi rawan itu, Sunaryanto berusaha hati-hati. Sampai akhirnya pelaku lengah, Sunaryanto pun melempaskan tembakan yang langsung menembus lengan kanan Hermawan.