Empat jenderal itu adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan, dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum, dan Keamanan Jenderal (purnawirawan) Wiranto. Mereka berbincang sekitar 10 menit pada pukul 15.05 WIB.
Jokowi menyampaikan, pertemuan itu diselenggarakan demi menjamin keamanan seluruh warga Jakarta dalam menggunakan hak konstitusinya di hari pencoblosan pilkada putaran kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi yakin, Pilkada DKI putaran dua berjalan lancar, bersih, tertib dan aman. Ia mengimbau seluruh warga Ibu Kota menggunakan hak pilihnya. Jokowi juga memastikan akan kembali menggunakan hak pilihnya di putaran kedua.
Tak hanya itu, keiikutsertaan seluruh warga Jakarta dalam pilkada dinilai dapat menghasilkan pemimpin pilihan masyarkat.
Larangan itu termaktub dalam maklumat bersama yang ditandatangani tiga institusi, yakni Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, dan Badan Pengawas Pemilihan Umum DKI Jakarta pada hari ini.
Saat hari pencoblosan nanti, tiap TPS dijaga dua petugas keamanan dari TNI, Polri, dan dua orang dari Perlindungan Masyarakat (Linmas). Pola pengamanan ini untuk menyikapi situasi kerawanan selama pilkada.
Selain itu, pola pengamanan itu juga untuk mengantisipasi gerakan mobilisasi massa dari luar Jakarta yang hendak ikut mengawasi proses pemungutan suara di tingkat TPS. Termasuk dari kelompok Tamasya Al Maidah yang rencananya akan mendatangkan massa dari berbagai daerah untuk mengawasi TPS selama Pilkada DKI Jakarta.