Cegah Tamasya Al Maidah, TNI dan Polri Amankan TPS

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Senin, 17/04/2017 14:59 WIB
Pola pengamanan baru ditetapkan Polri untuk menyikapi kerawanan yang terjadi dalam pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Pola pengamanan baru ditetapkan Polri untuk mengantisipasi kerawanan dalam pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Filani Olyvia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Markas Besar Polri mengubah pola pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran kedua, Rabu (19/4) mendatang.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya akan menempatkan satu personel kepolisian untuk mengamankan satu TPS.

Pola ini mengubah yang berlaku sebelumnya, di mana satu personel kepolisian mendapatkan tanggung jawab pengamanan tiga TPS.


"Dua petugas keamanan dari TNI dan Polri untuk satu TPS, (ditambah) dua dari Linmas (pelindung masyarakat). Ini baru pertama kali pola ini dalam menyikapi kerawanan," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/4).
Dia menjelaskan, perubahan pola pengamanan ini dilakukan guna mengantisipasi potensi ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses pemungutan suara berlangsung.

Selain itu, lanjutnya, langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi gerakan mobilisasi massa dari luar Jakarta yang hendak ikut mengawasi proses pemungutan suara di tingkat TPS.

Boy pun meminta, masyarakat dari luar Jakarta tidak perlu datang ke TPS. Ia mengatakan, penyelenggara Pilkada sudah memiliki anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan mengawasi seluruh rangkaian pemungutan suara.

"Mohon dipercayakan kepada aparat. Ada unsur polisi, TNI, Linmas bersama KPPS. Kami jamin kepastian netralitas aparat kita," ujarnya.
Lebih dari itu, Boy menyampaikan, sebanyak 66.000 personel gabungan dari TNI dan Polri akan diterjunkan untuk mengamanakan pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Tak hanya diletakkan di masing-masing TPS, sejumlah polisi akan ditempatkan di sejumlah titik di sekitar Jakarta.

Menurutnya, ada dua fokus pengamanan kepolisian. Pertama, proses pemilihan dan keamanan Jakarta secara menyeluruh. Kedua, mengantisipasi masuknya massa yang dimobilisasi ke Jakarta.
Boy pun mengimbau, masyarakat tidak melakukan hal-hal yang merugikan pihak lain dalam proses demokrasi ini.

"Masing-masing daerah, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, kami sudah bagi sektor keamanan. Ada yang fokus ke TPS, ada yang fokus ke kota Jakarta," kata Boy.

Sebelumnya, Ketua Panitia Tamasya Al Maidah Ansufri ID Sambo menyatakan tetap akan melanjutkan gelar pengerahan massa pada pencoblosan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, Rabu (19/4).

Ansufri tak menggubris imbauan kepolisian yang meminta massa tak berbondong-bondong mendatangi Jakarta saat pencoblosan.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK