Suyudi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sepuluh saksi, pengeroyokan ini tidak ada kaitannya dengan institusi Paspampres, tempat bekerja dua korban yakni Prajurit Satu Pasaribu dan Prajurit Dua Fatah Kudus.
"Itu karena masalah komunikasi saja. Tak ada hubungan dengan institusi. Murni cekcok pribadi," kata Suyudi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari keterangan saksi, peristiwa bermula dari Pasaribu yang terlibat percekcokan dengan pengendara sepeda motor di perempatan Jalan Kesehatan Jakarta Pusat pada Senin (24/4).
Akibat perkelahian itu, Pasaribu mengalami luka tusuk pada bagian perut sebelah kanan dan kiri, sedangkan Fatah pendarahan pada bagian mulut dan luka tusuk pada bagian punggung sebanyak lima tusukan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan kondisi kedua anggota sudah mulai membaik. "Sudah mulai pulih. Masih dirawat tapi agak baik," kata Argo petang kemarin.