"Enggak (sulit)," kata Syafruddin di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (26/4).
Ia menyatakan, belum adanya pengungkapan lebih lanjut perkara karena masih dilakukan investigasi. Belasan saksi telah dimintai keterangan serta sejumlah barang bukti sudah dikantongi penyidik. Kasus ini ditangani oleh penyidik Polres Jakarta Utara dengan dibantu Polda Metro Jaya dan Bareskirm Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menuturkan, pelaku penyiraman terhadap Novel termasuk profesional. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku sudah menggambar sedetail mungkin lokasi melarikan diri agar tidak terekam kamera pengawas (CCTV).
Akibat penyiraman ini, Novel kini masih menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Singapura. Ia telah menerima sejumlah tindakan medis yakni pemeriksaan tekanan mata, analisis langsung terhadap dua bola mata, dan memberikan cairan kimia untuk mengetahui kondisi mata melalui indikator warna.