Bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (27/4), Irvanto yang juga keponakan Ketua DPR Setya Novanto itu mengatakan, menduduki posisi wakil bendahara umum partai beringin sejak tahun lalu.
"Sekarang jabatan Wakil Bendahara Umum Golkar. Sejak 2016," kata Irvan.
Irvan bersaksi pada sidang kasus e-KTP dengan terdakwa mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto. Nama Irvan disebut oleh pegawai Direktur PT Java Trade Utama Johanes Richard Tanjaya dan PT Java Trade Utama Jimmy Iskandar alias Bobby.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irvan mengklaim mengikuti tender e-KTP setelah mendapat informasi tentang adanya tender di salah satu Ruko Fatmawati, yang belakangan diketahui adalah milik Vidi Gunawan, adik kandung Andi Agustinus alias Andi Narogong, tersangka baru e-KTP.
Dalam persidangan itu, Irvan menceritakan karier politiknya di Golkar. Kariernya berawal saat dia masuk ke Kosgoro pada 2010. "Setelah 2011 di DPP Partai Golkar, anggota bagian kepemudaan," tutur Irvan.
Meski satu partai dan merupakan saudara dengan Novanto, Irvan mengatakan tidak pernah membahas masalah proyek yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu.
Ketika dicecar jaksa penuntut umum KPK soal pertemuan dengan Andi Narogong, Johannes Marlem dan Novanto, Irvan membantahnya. "Tidak pernah," tuturnya.