Oleh-oleh biasanya diberikan sesaat sebelum tamu meninggalkan Istana. Seperti dua hari lalu, usai Jokowi menerima 37 pegiat literasi inspiratif di Istana Negara.
Pertemuan itu diselenggarakan pada Hari Pendidikan Nasional. Jokowi berdialog dan makan siang bersama mereka. Usai makan siang, Presiden melihat-lihat kendaraan yang digunakan menjadi perpustakaan keliling.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tas itu ternyata berisi 50-60 buku bacaan anak-anak yang disiapkan Jokowi untuk menambah koleksi pegiat literasi di Taman Bacaan Masyarakat atau perpustakaan kelilingnya.
Buku bukan hanya menjadi oleh-oleh bagi mereka. Tetapi juga menjadi jawaban atas permasalahan yang dihadapi selama ini yakni tidak meratanya pembagian buku terutama di daerah-daerah terpencil dan terluar.
Penikmat 10 ribu buku ini nanti bukan hanya anak-anak. Karena selain buku cerita anak, Jokowi melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga akan menyiapkan buku bacaan untuk orang dewasa seperti panduan memasak.
Kecintaan Jokowi
Buku seperti tak bisa dipisahkan dari mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Sekitar setahun menjabat sebagai Presiden, ia membudayakan bagi-bagi buku kepada masyarakat saat berkunjung ke daerah.
Anak-anak menjadi target utama Jokowi. Sebab anak-anak merupakan penerus bangsa dan harus dipersiapkan sejak dini kemampuannya. Melalui buku, Jokowi berharap anak-anak termotivasi untuk terus belajar.
Lihat juga:Jokowi Gratiskan Biaya Kirim Buku ke Daerah |
Ia bahkan langsung turun tangan melihat-lihat dan memilih buku yang akan diberikan. Seperti beberapa bulan lalu, ia khusus datang ke salah satu pusat perbelanjaan di Senayan karena buku yang diinginkan berada di sana.
Kisah ini disampaikan kepada para pegiat literasi. Jokowi menceritakan caranya membantu meningkatkan minat belajar melalui membaca di masyarakat.
Ia pun selalu menyempatkan diri untuk membaca. Biasanya, perjalanan dari Bogor ke Jakarta dan sebaliknya menjadi waktu yang sering digunakan Jokowi untuk membaca.
Jokowi tak hanya memberikan buku. Seakan belum cukup, mantan Wali Kota Solo ini bahkan akan memberi kemudahan akses bagi pegiat bahkan siapapun yang mau mengirimkan buku bagi masyarakat di daerah. Pengiriman buku akan dilakukan secara cuma-cuma.
Detail peraturan akan dirampungkan dalam waktu dekat. Sebab, Jokowi menginstruksikan hal itu harus diterapkan mulai Juni 2017.