"Kita ingin sama-sama disiplin dalam menyikapi begitu banyak fenomena. Jangan semua dikaitkan dengan pilkada yang sudah lewat," kata Sandi di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (4/5).
Menurutnya, rekonsiliasi yang tengah dibangun itu perlu dilakukan dengan menjaga kebersamaan dan persatuan. Dia pun meminta agar warga Jakarta saling memahami perbedaan yang ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksi ini tentang apa, saya belum dapat informasi. Tapi kalau aksi ini berkaitan dengan hukum, saya lebih baik enggak berkomentar, karena ini ranah hukum," kata Sandi.
Sandi mengimbau para pengunjuk rasa tetap tertib saat melakukan aksi. Dia berharap aksi berjalan kondusif agar tidak terjadi sesuatu yang merugikan masyarakat.
Lihat juga:GNPF 'Pasrah' Soal Putusan Hukum Ahok |
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, aksi yang diusung GNPF MUI tidak perlu dilakukan. Dia khawatir aksi tersebut mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Sebetulnya saya pikir tidak perlu demo maupun aksi dalam jumlah yang besar, karena pasti akan mengganggu ketertiban publik," kata Tito di Markas Besar Polri, kemarin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan, kepolisian menilai aksi itu berpotensi mengganggu ketertiban dan merusak fasilitas umum. "Kami berharap tidak ada yang turun ke jalan," ujarnya.