"Ini adalah puncaknya, sejumlah tokoh akan hadir, Aa Gym, dan Ustdz Arifin Ilham," kata anggota Tim Advokasi GNPF, Kapitra Ampera saat dihibungi CNNIndonesia.com, Jumat (5/5).
Namun, ketika ditanya apakah tidak akan ada aksi-aksi selanjutnya, Kapitra hanya menjawab, "Dari GNPF ini puncaknya, fokus saja hari ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok dituntut satu hukuman penjara dengan masa percobaan dua tahun karena melanggar pasal 156 KUHP tentang pernyataan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia.
"Kami hanya meminta independensi hakim," katanya.
Dalam aksi ini, massa GNPF, menurut Kapitra juga akan tertib dalam mengikuti aksi. Karena nantinya, hanya perwakilan GNPF yang akan menemui wakil dari Mahkamah Agung.
"Sudah ada batas-batasnya, mana yang boleh dilewati dan mana yang dilarang, forbidden Zone. Kalau hanya boleh sampai Markas Besar Angkatan Darat, ya kami akan patuh," kata dia,
Aksi Bela Islam 55 merupakan aksi kesekian kali yang dilakukan GNPF setelah kasus dugaan penistaan agama mencuat. Aksi Bela Islam pertama digelar 14 Oktober 2016.
Setelah itu, muncul rangkaian Aksi Bela Islam, 4 November 2016 yang lebih dikenal dengan aksi 411, aksi 212, aksi 313, dan terakhir aksi 28 Maret lalu.
Lihat juga:GNPF 'Pasrah' Soal Putusan Hukum Ahok |