Rikwanto mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula dari kerusuhan di salah satu sel tahanan yang diisi 100 orang. Menurutnya, kerusuhan terjadi setelah bentrok fisik di antara sejumlah tahanan tidak dikendalikan oleh petugas sipir.
"(Awalnya) terjadi kerusuhan di salah satu kamar yang berisikan 100 orang tahanan laki-laki dikarenakan over kapasitas sehingga menciptakan aksi bentrok fisik sesama tahanan dan tidak dapat dikendalikan oleh petugas sipir rumah tahanan," kata Rikwanto saat dikonfirmasi, Jumat (5/5).
Lihat juga:Ratusan Tahanan Rutan Pekanbaru Kabur |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal berbeda sebelumnyan disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Wayan Kusmianta Dusak. Menurutnya, kerusuhan bermula dari tuntutan para tahanan yang meminta kepala keamanan rutan dicopot. Para tahanan menilai, kepala keamanan bersamalah.
Saat ini sekitar 30 tahanan sudah ditangkap. Pengejaran masih dilakukan petugas rutan dibantu kepolisian. Polresta Pekanbaru menggelar razia di sejumlah tempat untuk menyekat jalur pelarian para tahanan ini.