Menurutnya, pembubaran ormas selain HTI belum bisa dilakukan karena pemerintah tak melihat keberadaan organisasi yang secara terang-terangan menentang ideologi negara, Pancasila. Walau begitu, ia mengakui ada ormas yang kerap bersikap keras dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
"Ada ormas yang mungkin dikatakan keras, tapi yang menangani polisi karena oknum keras. Tapi dia (ormas terkait) tidak pernah anti-Pancasila," kata Tjahjo di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/5).
Lihat juga:Temui Fadli Zon, HTI Minta Perlindungan |
Politikus PDI Perjuangan itu mengklaim banyak ormas yang bersikap keras, namun loyal pada negara. Ia juga menganggap wajar kritik keras yang disampaikan beberapa ormas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto sempat menjelaskan perbedaan sikap yang diambil penegak hukum kepada HTI dan ormas kontroversial lain, Front Pembela Islam (FPI).
Menurutnya, HTI akan dibubarkan karena sudah terbukti ingin mendirikan sistem khilafah dan menolak pancasila sebagai dasar negara. Hal tersebut tidak dilakukan oleh FPI sampai saat ini.
Menko Polhukam Wiranto menyatakan pemerintah akan mengambil upaya hukum untuk membubarkan HTI. Ormas tersebut dinilai bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
"Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin lalu.
Sementara HTI berusaha menggandeng sejumlah ormas Islam lainnya untuk menolak rencana pembubaran tersebut. Menurut Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto, pemerintah tidak hanya berencana membubarkan organisasinya.
"Kami merasa bahwa yang disasar ini bukan sekadar HTI. Tapi ini adalah ancaman terhadap dakwah, ancaman terhadap organisasi dakwah," katanya, kemarin.