Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir berencana menggelar musyawarah terlebih dahulu dengan sejumlah perwakilan dari berbagai daerah untuk membicarakan nasib gerakannya ke depan. Sebab menurut Bachtiar, selama ini masyarakat ikut aktif dalam kegiatan gerakan yang dipimpinnya.
"Kami akan musyawarah dengan umat, karena belum ada satu pun yang kami resmikan, tetapi sudah membuka cabang di seluruh Indonesia," kata Bachtiar di Tebet, Jakarta, Rabu (10/5).
Lihat juga:GNPF-MUI Sebut Vonis Ahok Tak Memuaskan |
Bachtiar menjelaskan, GNPF-MUI selama ini tidak memiliki legalitas sebagai perkumpulan maupun organisasi kemasyarakatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Di daerah) sudah pada bikin kaus, sudah ingin legalitas macam-macam, tetapi kami di pusat pun enggak punya legalitas. Ini hanya sekadar panitia ad hoc," kata Bachtiar.
GNPF-MUI merupakan kelompok massa keagamaan yang diketuai Bachtiar Nasir, pimpinan Ar-Rahman Qur'anic Learning (AQL) Islamic Centre, Tebet, Jakarta Selatan.
Sejumlah pentolan Front Pembela Islam juga memegang jabatan strategis di GNPF-MUI. Dua di antaranya, Rizieq Shihab didapuk sebagai Ketua dewan Pembina, sementara Munarman didaulat sebagai Panglima.
GNPF MUI tampil ke muka umum menjelang Aksi Bela Islam pertama pada 14 Oktober 2016. Gerakan ini berada di garda terdepan mengkritisi tindakan Ahok yang menyitir Surat Al-maidah ayat 51 saat pidato di hadapan warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.