"Alhamdulillah, saya tidak ditolak. Saya diterima oleh Pak Gubernur, Wagub, Toga (tokoh agama-red) dan Toma (tokoh masyarakat-red) secara baik. ‘Bumi Nyiur Melambai’ adalah bumi saya," tulis Fahri dalam unggahan statusnya di Facebook pada Sabtu (13/5) malam, seperti yang dilansir dari Detikcom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Fahri juga bicara soal kompleksitas yang dihadapi Indonesia. Dia menegaskan, harus ada tenggang rasa untuk menerima perbedaan.
"Terima kasih sahabat dan saudaraku. Tetaplah menjadi saudara meski kita berbeda. Jangan menyerah untuk Indonesia kita," lanjutnya.
Sebelumnya, diberitakan kalau sejumlah massa menggelar aksi menolak kehadiran Fahri di Bandara Sam Ratulangi, Manado.
Massa yang berjumlah puluhan orang itu awalnya menolak kedatangan anggota Front Pembela Islam (FPI). Namun diduga kedatangan FPI berbarengan dengan Fahri.
Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I yang dihubungi oleh CNNIndonesia.com mengatakan, massa sempat masuk ke terminal hingga apron selama 20 menit, tapi tidak sampai mendekati pesawat yang ditumpangi Fahri.