PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengklaim, ketika nanti resmi beroperasi, perjalanan Ciledug-Tendean dapat ditempuh tak kurang dari 20 menit. Bahkan hanya 10 menit dengan bus ekspres yang hanya berhenti di dua halte paling sibuk di rute ini.
Apalagi jalan layang sepanjang 9,3 kilometer ini memang hanya bakal dilalui armada bus Transjakarta saja. Maka dapat dipastikan bahwa busway koridor XIII akan benar-benar bebas hambatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melewati Halte Rawa Barat, Tirtayasa, CSW, Mayestik, Velbak, Kebayoran Lama, Seskoal, Cipulir, Swadarma, JORR, dan berakhir di Halte Adam Malik dekat Universitas Budi Luhur.
Uji coba jalur Transjakarta koridor XIII rute Ciledug-Tendean, Senin (15/5). (CNN Indonesia/Filany Octavia) |
Masalahnya, meski berputar di sebuah lahan kosong, tubuh bus yang cukup besar memakan banyak ruang di sisi Jalan Ciledug Raya. Membuat arus lalu lintas yang padat agak tersendat. Terutama saat bus hendak keluar dari kawasan perumahan Puri Beta II untuk kembali ke jalur utama.
Selain itu, struktur jalan layang koridor 13 memang tidak lurus seperti jalan tol atau bebas hambatan lainnya. Ada tikungan tajam yang sesekali mesti dilalui di atas ketinggian 20 meter di atas tanah.
Rute itu memiliki struktur menanjak. Belum lagi, sambungan antara satu box grider dan lainnya sangat kentara dan cenderung tidak rata. Sementara pembatas jalan, yang dihiasi ornamen khas Betawi 'gigi balang', tingginya kurang dari dua meter.
Sebab itu, jika normalnya laju kecepatan bus Transjakarta di jalur reguler mencapai 50 kilometer per jam (km/jam), maka bus Transjakarta yang melaju di jalan layang Ciledug-Tendean, kecepatannya dibatasi hingga 40 km/jam saja.
Penyempurnaan Akhir
Usai meninjau kesiapan koridor XIII kemarin, Djarot mengatakan, masih ada beberapa hal yang harus disempurnakan menjelang peresmian. Utamanya tentang pengamanan di beberapa halte dengan posisi di titik tertinggi.
Uji coba jalur Transjakarta koridor XIII rute Ciledug-Tendean, Senin (15/5). (CNN Indonesia/Filani Olyvia) |
Saat meninjau langsung ke Halte Cipulir, ternyata sisi kanan dan kiri jembatan belum dipasangi pagar pembatas. Melainkan hanya dipasangi kain jaring berwarna hijau. Sehingga dapat dipastikan, kalau pengguna tidak berhati-hati, dampaknya akan sangat fatal.
"Makanya saya minta, yang tinggi-tinggi ini harus ada batas (pagar) pengaman yang baik. Termasuk lift maupun eskalator. Nanti (Halte Cipulir) mau diintegrasikan dengan Pasar Cipulir dan Pasar Jaya," kata Djarot.
Sementara itu, sebelum sistem penerangan di koridor XIII rampung, Transjakarta menuturkan hanya akan melayani penumpang rute Ciledug-Tendean hingga pukul 17.00 WIB saja.
Uji coba jalur Transjakarta koridor XIII rute Ciledug-Tendean, Senin (15/5). (CNN Indonesia/Filany Octavia)