Dalam sambutannya, Djarot mengatakan, program KPLDH, yang mengupayakan ketersediaan satu dokter, satu perawat dan satu bidan untuk melayani 5 ribu warga miskin Jakarta, dianggap salah satu program paling sukses yang pernah diusung Ahok.
"Program KPLDH digagas sendiri oleh Pak Basuki. Dari hasil survei BPS, tingkat kepuasan warga atas pelayanan yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencapai 76 persen. Sekarang program ini menjadi acuan provinsi lain di Indonesia, dan akan jadi program nasional," kata Djarot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Seminggu Usai Palu Vonis untuk Ahok |
Karena itu, Djarot masih tak habis pikir dengan vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Utara kepada Ahok.
"Sebab itu saya tidak terima dia diperlakukan sebagai seorang kriminal. Ini sangat tidak manusiawi. Seakan-akan apa yang dia lakukan selama ini tidak ada harganya."
Sebelum mengakhiri sambutannya, Djarot menyampaikan, tidak bisa berlama-lama di acara tersebut karena harus segera menuju ke Mako Brimob untuk menjenguk Ahok. Ratusan peserta pembekalan pun serentak berseru untuk menitip salam.
"Saya akan sampaikan salam saudara sekalian," ujar Djarot.
Saat ini, Djarot baru saja tiba di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Pantauan CNNIndonesia.com, Djarot tiba sekitar pukul 10.25 WIB. Tanpa pemeriksaan khusus, Djarot yang datang dengan mobil Lexus hitam berplat B 1762 RFR langsung dipersilakan masuk oleh petugas yang berjaga di gerbang masuk.
Kunjungan hari ini adalah kunjungan pertama Djarot setelah menjabat sebagai Plt Gubernur DKI. Ia sendiri masih enggan mengutarakan apa yang ingin ia bicarakan dengan Ahok di kunjungannya hari ini kepada awak media.