Simbol V secara universal dapat diartikan sebagai bahasa kemenangan atau victory.
Mungkin, Ahok ingin menyampaikan pesan bahwa dirinya tetap menang dalam kasus penodaan agama yang membuatnya dihukum dua tahun penjara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama berada di Rutan Cipinang sejak sidang selesai, Ahok tampak 'biasa-biasa' saja sejumlah foto yang sempat dilihat CNNIndonesia.com.
Bahkan, dalam salah satu foto yang tersebar, Ahok tetap meladeni petugas Rutan yang meminta berfoto bersama.
Sejak hari itu, Ahok mulai jauh dari hingar bingar Jakarta.
Meskipun di depan rutan tersebut, para pendukung setia Ahok menggelar aksi solidaritas meminta agar mantan bupati Belitung Timur itu ditangguhkan penahanannya.
Mereka merupakan massa yang paginya aksi di depan Kementerian Pertanian, lokasi sidang Ahok sejak pindah dari gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang lama.
Di tengah penahanan Ahok, Djarot Saiful Hidayat langsung diangkat menjadi pelaksana tugas gubernur, untuk menggantikan Ahok menjalankan tugasnya.
Tak rela, sang pujaan merasakan dinginnya tembok penjara, para pendukungnya itu mengancam bakal bermalam di depan rutan.
Namun, akhirnya niatan tersebut bisa 'diredam' oleh Djarot Saiful Hidayat, yang menyampaikan pesan dari Ahok, agar mereka mengurungkan niatan bermalam.
Para pendukung Ahok yang menyampaikan dukungan mereka di depan Mako Brimob. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
Pria yang dikenal ceplas-ceplos itu dipindahkan ke Rutan Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Sejak Rabu (10/5), Ahok bermalam di rutan yang juga menjadi 'rumah sementara' Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath, salah satu orang yang getol menuntut Ahok dipenjara.
Pada hari itu, kabar Ahok dari balik jeruji besi tak terdengar. Pihak keamanan di Mako Brimob enggan memberitahukan soal kondisi Ahok, selepas pindah tahanan. Pun dari para tim kuasa hukumnya.
Lihat juga:Fahri Hamzah Kecewa Dituding Intoleran |
Solidaritas untuk Ahok
Selepas Ahok divonis bersalah dan dihukum dua tahun bui, dukungan dari masyarakat, termasuk para Ahokers, terus meluas. Dukungan tersebut mengalir, mulai dari kiriman karangan bunga, berkumpulnya warga di Balai Kota, hingga aksi lilin di sejumlah titik.
Pemindahan Ahok ke luar wilayah Ibu Kota ternyata tak menyurutkan para Ahokers untuk terus memberikan dukungan. Puluhan warga dari sejumlah wilayah di Jakarta pun jauh-jauh datang ke Mako Brimob Kelapa Dua.
Aksi-aksi menuntut keadilan untuk Ahok terus meluas ke sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan, aksi lilin juga terjadi di beberapa titik belahan dunia lain. Suara mereka satu, menuntut Ahok dibebaskan dari jeratan hukum penodaan agama.
Salah satu kuasa hukum Ahok, I Wayan Sudirta mengatakan kliennya dalam kondisi yang baik selama sepakan mendekam di Rutan Brimob Kelapa Dua. Sudiarta mengaku berencana menjenguk Ahok pagi ini bersama rekan-rekannya yang lain.
Menurut Sudiarta, Ahok tak merasa tertekan meski harus tinggal di hotel prodeo, yang ukurannya hanya 2x3 meter. Ahok juga tidur tanpa beralaskan kasur empuk seperti di rumah. Tak ada fasilitas mewah untuk Ahok selama ditahan.
"Kondisinya baik-baik saja. (Selama) di sana tak ada tekanan," kata Sudiarta kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/5) malam.
Solidaritas untuk Ahok dilakukan di Tugu Proklamasi, Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi) |
Pada kesempatan itu, Ahok pun meminta pendukungnya yang masih setia di depan Mako Brimob untuk segera membubarkan diri. Apalagi, Mako Brimob berada di wilayah administrasi Jawa Barat.
Kekecewaan Ahok
Sudiarta mengungkapkan kekecewaan Ahok atas vonis bersalah dan dua tahun bui yang dijatuhkan majelis hakim. Lantaran kecewa, Ahok pun dengan lantang menyatakan banding terhadap palu hakim yang telah diketok tersebut.
"Ya kecewa, meskpun menghormti pengadilan. Putusannya kita boleh kecewa, kita lawan lewat banding," tuturnya.
Menurut Sudiarta kekecewaan Ahok atas putusan hakim tersebut bisa dilihat dari gesturnya. Dia menyebut, Ahok kecewa dengan perintah
Di tengah polemik vonis untuk Ahok yang terus menuai protes, Mahkamah Agung (MA) langsung mempromosikan sedikitnya tiga anggota majelis hakim yang menangani perkara Ahok.
Berdasarkan situs Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum MA, tiga hakim sidang Ahok, diantaranya Dwiarso Budi Santiarto, Jupriyadi dan Abdul Rosyad mendapatkan promosi.
Berdasarkan hasil rapat Tim Promosi Mutasi (TPM) hakim 10 Mei 2017, Dwiarso yang juga adalah ketua majelis hakim perkara Ahok, sekaligus ketua Pengadilan Jakarta Utara, dipromosikan menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali.
Jupriyadi, yang menjabat sebagai wakil ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dipromosikan menjadi ketua Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat.
Sedangkan Abdul Rosyad, dipromosikan menjadi hakim tinggi Pengadilan Tinggi Palu. Dia sebelumnya adalah hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Namun, MA buru-buru membantah bahwa mutasi jabatan yang diterima tiga hakim tersebut tak berkaitan dengan perkara penodaan agama yang menjerat Ahok. Tetapi, Komisi Yudisial (KY) sempat mempertanyakan mutasi tersebut.
Di tengah-tengah persoalan itu, warga Jakarta kini pun mesti 'beradaptasi' tanpa Ahok. Jakarta tanpa Ahok mungkin tampak normal dan terus berjalan sampai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno dilantik pada Oktober 2017.
Tapi bisa jadi pula, dengan rasa yang berbeda.
Para pendukung Ahok yang menyampaikan dukungan mereka di depan Mako Brimob. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Solidaritas untuk Ahok dilakukan di Tugu Proklamasi, Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)