Sekjen PBNU Helmy Faisal mengatakan, ajaran yang disampaikan ulama di pedesaan tidak mendorong perpecahan antarkelompok masyarakat. Sebaliknya, para pemuka agama di desa justru mengajak umat Islam melanggengkan hubungan harmonis dengan kelompok lain.
"Khotbah Jumat di perkampungan tidak ada yang mengajak, katakanlah dengan nada keras. Semua mengajak persatuan dan kesatuan," ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di perkotaan, bahkan di masjid pemerintah dan BUMN, khotibnya keras-keras," tutur Helmy.
Akhir April lalu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan seruan terkait ceramah di rumah ibadah. Melalui sembilan poin ketentuan, Lukman meminta para pemuka agama menghindari ujaran kebencian yang berpotensi merusak persatuan masyarakat.
Penceramah, kata Lukman, wajib menguasai pengetahuan keagamaan yang bersumber dari ajaran pokok agama.
"Ceramah juga harus disampaikan dalam kalimat yang santun dalam ukuran kepatutan dan kepantasan, bebas dari umpatan maupun ujaran kebencian yang dilarang agama manapun," ujarnya.