"Saya pikir kalau liburan nasional kita liburkan media sosial sepekan, aman negeri ini," kata Wiranto di Gedung Stovia, Jakarta, Rabu (17/5).
Ucapan Wiranto tersebut sontak membuat peserta acara diskusi di Gedung Stovia tertawa terbahak-bahak. Wiranto pun ikut menertawakan guyonannya tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kita coba dulu," kata dia.
Perputaran informasi di media sosial berimbas juga pada interaksi masyarakat yang tak kalah cepat. Menurut Wiranto, interaksi itulah yang bisa memunculkan pengaruh negatif di masyarakat.
"Setiap hari orang asyik mengakses Instagram dan Whatsapp karena sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Itu membuat pengaruh negatif cepat masuk ke masyarakat," katanya.
Menanggapi candaan dari Wiranto, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan bahwa wacana puasa media sosial itu tergantung pada kesadaran masyarakat.
"Moratorium itu tak bisa langsung sepekan, jika masyarakat semua sadar ya bisa dilakukan," kata Rudi.
Namun, Rudi membantah sudah ada obrolan serius perihal candaan Wiranto itu. Rudi mengatakan, ucapan yang keluar dari mulut mantan Panglima ABRI itu murni pemikiran pribadi.
"Itu pemikiran beliau yang sama juga dengan kita. Sekali-kali kita ini jangan hingar bingar lah," ujar pria yang akrab disapa Chief RA tersebut.