Para Gubernur telah berada di Pulau Natuna sejak Kamis (18/5). Mereka berangkat dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Antara melaporkan bahwa para Gubernur itu telah berpakaian PDL/loreng beserta topi rimba dan ransel khas TNI saat diberangkatkan.
Pemimpin provinsi yang mengikuti kegiatan itu antara lain Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, Gubernur Maluku Said Assagaff, dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keesokan hari, pada Jumat (15/9) pagi, para Gubernur itu menjalani pembaretan. Satu per satu Gubernur dipasangkan baret hitam oleh Panglima, sebagai tanda menyelesaikan latihan militer.
Foto: Biro Pers Setpres/ Cahyo dan Laily Rachev |
Pembaretan 23 Gubernur seluruh Indonesia itu berbarengan dengan operasi latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Tahun 2017.
Alutsista yang dikerahkan berasal dari tiga angkatan. TNI AD mengerahkan 15 unit Multi Kaliber Roket Astros, enam unit Meriam 155 Cesar, enam unit Meriam 76, sembilan unit Giant Bow Arhanud, dua unit helikopter MI 17, dua unit helikopter MI 35, 10 unit helikopter Bell 412, 18 unit MBT Leopard dan satu unit Recovery Tank.
Lalu, satu unit Tank Avlb, 20 unit MI 13, 14 unit Tank Marder, 10 Sea Rider, tiga unit Panser Anoa Mo, satu unit Panser Anoa Ko, 10 unit Jet Ski dan dua unit Kapal Motor Cepat (KMC).
TNI AL mengerahkan satu KRI Kelas Sigma, satu KRI Kelas LPD, satu KRI Kelas Parchim, empat Sea Rider, lima Tank Amfibi BMP3F, delapan Panser Amfibi BTR50 M. Sementara TNI AU mengerahkan satu FLT PTTA (Skd 51 Spo), empat FLT BTU, empat FLT SUL, sembilan pesawat C-130, dua pesawat CN-295, satu helikopter FLT Standby SAR.
“Ini menunjukkan kesiapan TNI dalam rangka mempertahankan NKRI,” kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi mengaku sangat bangga melihat pelatihan PPRC. Semua sangat terintregasi baik darat, laut, dan udara.
“Tapi jangan puas dulu, masih banyak hal yang harus diperbaiki, dibenahi terutama di bidang alusista. Apalagi bila dikaitkan dengan teknologi yang semakin cepat,” kata Presiden.
Foto: Biro Pers Setpres/ Cahyo dan Laily Rachev