Dalam daftar itu Presiden Jokowi menempati peringkat 13, diikuti Said Aqil di peringkat 20 dan Din Syamsuddin di peringkat 21.
Jokowi, Said Aqil, dan Din Syamsuddin bersanding dengan tokoh besar lain seperti Raja Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud dari Arab Saudi, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, Ahmad Muhammad Ath-Thayyib yang merupakan Syekh Besar Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, terpilih sebagai tokoh muslim nomor satu yang paling berpengaruh di dunia. Sedangkan Raja Salman dari Arab Saudi menduduki peringkat tiga, diikuti Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di peringkat empat.
Dalam laman resminya, RISSC menyebut sejumlah atribut yang menjadikan Jokowi sebagai tokoh muslim berpengaruh. Misalnya sosok Jokowi yang dianggap sukses saat menjabat Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.
Ini bukan pertama kalinya tokoh Islam Indonesia masuk daftar muslim berpengaruh versi RISSC. Hal serupa terjadi pada 2009.
Ketika itu ada 15 tokoh Islam dari Indonesia yang tercatat dalam buku TheMuslim500. Tiga tokoh di antaranya bahkan juga menembus 50 besar, yakni mendiang Hasyim Muzadi, Abdullah Gymnastiar, dan Din Syamsudin.