Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyatakan, dua orang tersebut ditangkap lantaran sempat menjalin komunikasi dengan salah satu pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Ahmad Sukri.
"Kontak langsung karena menyerahkan sesuatu kepada seorang pelaku, pelaku yang Ahmad Sukri," kata Setyo di Divisi Humas Polri, Jakarta, Minggu (28/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setyo menambahkan, mereka bedua langsung diamankan ke Rumah Tahanan Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Suami Istri Kerabat AS Dibebaskan
Sementara itu, Setyo mengungkapkan suami istri atas nama HR dan IS, warga Kampung Paledang, Kelurahan Suci Kaler, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Jawa Barat, yang merupakan adik pelaku bom bunuh diri, AS sudah dibebaskan.
Menurut Setyo, suami istri tersebut setelah dilakukan pemeriksaan, mereka berdua tak ditemukan terlibat dalam teror bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu itu.
"Yang kemarin menangkap ada adiknya pelaku, suami istri sudah dibebaskan. Sudah dikembalikan. Sudah dipulangkan. Sementara tidak memenuhi unsur, jadi dipulangkan," tuturnya.
Kampung Melayu menjadi sasaran bom bunuh diri Rabu (24/5) malam. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi) |
Kepastian identitas mereka diperoleh setelah pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara, identifikasi fisik, serta mencocokan deoxyribonucleic acid (DNA) pelaku dengan pihak keluarganya.
Mereka berdua adalah bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Tito mengatakan, JAD adalah kelompok utama pendukung ISIS di Indonesia.
Di JAD, Ihwan dan Ahmad menurut Tito masuk dalam jaringan Bandung Raya. Aksi jaringan ini direncanakan sejak Desember lalu saat penangkapan tersangka teroris di Jatiluhur, Purwakarta, Jabar.
Lihat juga:Bom Kampung Melayu Ciri Khas ISIS |
Kampung Melayu menjadi sasaran bom bunuh diri Rabu (24/5) malam. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)