Auditor BPK yang tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima suap dari Sugito yakni auditor utama keuangan negara III Rochmadi Saptogiri dan auditor Ali Sadli.
"Kemungkinannya ada, karena yang bersangkutan ini adalah kepala auditor utama keuangan tiga dan dia menjadi kepala tim auditor untuk beberapa kementerian," kata Peneliti Indonesia Budget Center Roy Salam kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Agraria dan Tata Ruang.
Roy menyebut, petunjuk dugaan suap dari kementerian dan lembaga negara lain kepada Rochmadi muncul saat ditemukan uang sebesar Rp1,145 miliar dan US$3 ribu dari brankas miliknya. Menurut Roy, tinggal KPK membuktikan temuan uang itu.
"Saya kira itu petunjuk bahwa duit itu ada. Kalau nanti itu mengelak duit pribadi, tinggal KPK membuktikan," tuturnya.
"Saya kira KPK ini memang pekerjaannya berat, bagaimana bisa mengungkap praktik di luar Kemendes ini. Apakah juga melebar ke pemberian opini ke kementerian lain," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri menyatakan, pihaknya sampai saat ini belum memiliki bukti bila kementerian dan lembaga negara lainnya melakukan praktik suap ke auditor BPK untuk memperoleh opini WTP atas penggunaan anggaran tahun 2016.
"Kami belum tahu apakah kementerian lain melakukan hal serupa dengan Kementerian Desa untuk dapatkan WTP. Tapi yang jelas kita tahu bahwa pengelolaan keuangaan di kementerian itu belum banyak perkembangan," tuturnya.