Keduanya merupakan guru mengaji dua pelaku bom Kampung Melayu, Ikhwan Nurul Salam dan Ahmad Sukri.
"Mereka ini guru pengajian pelaku bom Kampung Melayu, lima hari sebelum beraksi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus saat ditemui di Pos Polisi Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yusri, MA dan WT adalah anggota Yayasan Asykari Assunnah, Bandung --tempat kedua pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu mendengarkan tausiyah.
Empat orang lain yang diduga terkait dengan aksi teror itu adalah R alias B. Dia ditangkap lantaran sempat menjalin komunikasi dengan Ahmad Sukri. Dia ditangkap di Cibubur, Jawa Barat pada Sabtu (27/5).
Kemudian, AS dan BF yang ditangkap di dua lokasi berbeda di Cipayung, Jakarta Timur pada Selasa (30/5). Keduanya juga diduga mengenal baik Ahmad Sukri.
Densus 88 juga tengah memeriksa seorang pria berinisial MI alias Kiki alias Ahong alias Iqbal yang ditangkap di gerbang sekolah Daarul Hufadz, Jatinangor, Senin (5/6) sore.
Dia diduga rekan Ikhwan Nurul Salam dan Ahmad Sukri saat mendengarkan tausiyah di Yayasan Assunnah Daulah.
Sementara, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni adik ipar Ahmad Sukri berinisial H, dan tiga rekan Ahmad Sukri yang berinisial JIS, WS alias Masuit, dan A alias Abu Dafa.