SPBU di Lampung Hangus Terbakar, Warga Panik
CNN Indonesia
Jumat, 09 Jun 2017 06:49 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung, Jumat dini hari hangus terbakar. Seorang warga dilaporkan mengalami luka bakar.
Seorang seksi mata, Hardi mengatakan, api terlihat mulai berkobar sekitar pukul 02.30 WIB. Dugaan sementara kebakaran terjadi karena percikan api di kendaraan yang membawa ratusan jeriken yang sedang mengisi bahan bakar jenis premium di SPBU tersebut.
Seperti diberitakan Antara, api langsung merambat dengan cepat. Tiga tangki penyimpanan premium di SPBU itu hangus. Mobil pembawa ratusan jeriken itu juga langsung ludes terbakar.
Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun seorang warga yang sedang mengisi bensin mengalami luka di punggung dan tangan dan segera dilarikan ke klinik terdekat. Api bisa dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi.
SPBU yang terbakar itu kemudian diberi garis polisi. Petugas kepolisian kini tengah menggelar olah tempat kejadian perkara untuk mencari tahu penyebab kebakaran.
Saat kebakaran, masyarakat yang tinggal di dekat SPBU sempat panik. Mereka memilih menjauh dan menyelamakan barang berharga mereka dari dalam rumah karena khawatir api akan merembet ke permukiman.
Seorang seksi mata, Hardi mengatakan, api terlihat mulai berkobar sekitar pukul 02.30 WIB. Dugaan sementara kebakaran terjadi karena percikan api di kendaraan yang membawa ratusan jeriken yang sedang mengisi bahan bakar jenis premium di SPBU tersebut.
Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun seorang warga yang sedang mengisi bensin mengalami luka di punggung dan tangan dan segera dilarikan ke klinik terdekat. Api bisa dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kebakaran, masyarakat yang tinggal di dekat SPBU sempat panik. Mereka memilih menjauh dan menyelamakan barang berharga mereka dari dalam rumah karena khawatir api akan merembet ke permukiman.