Tito mengatakan, aksi premanisme, penodongan, penjambretan, hingga hipnotis tidak boleh lagi mewarnai aktivitas mudik. Perintah tersebut sudah ia sampaikan kepada anggota di satuan reserse, intelijen, dan brigade mobil (brimob).
"Saya sudah memerintahkan jajaran kepolisian untuk membersihkan preman, copet, penodong, penjambret, tukang hipnotis, tukang bius minuman, serta pencuri di kereta api, bus, dan kapal semua dibersihkan," kata Tito usai menggelar rapat persiapan arus mudik bersama pemerintah di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami minta semua agar berhati-hati. Karena belum ada ada lampu. Apalagi malam hari harus ekstra hati-hati, katanya.
Lihat juga:PNS Bisa Mudik Bareng Naik Kendaraan Dinas |
Basuki mengatakan pihaknya telah merancang jalan dengan ketebalan beton mencapai 10 sentimeter sehingga jalan tidak akan rusak meski volume kendaraan meningkat.
"Jalan hanya rusak jika dilalui kendaraan yang melebihi beban. Makanya kendaraan besar tidak boleh lewat sana," ujarnya.