Sebelumnya, ratusan karyawan PT TransJakarta berdemonstrasi di depan kantor pusat TransJakarta di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Senin (12/6). Mereka menuntut kenaikan upah serta pengangkatan menjadi karyawan tetap.
Mereka kemudian memberi tenggat dua hari kepada pihak manajemen untuk memenuhi tuntutan tersebut. Jika tidak dipenuhui mereka mengancam akan kembali melakukan aksi demo dan mogok kerja hari ini, Rabu (14/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Karyawan Demo, Dirut Transjakarta Minta Maaf |
"Kalau ada demo lagi, nanti langsung anggota kami menggantikan fungsi on board (petugas di dalam bus) karena ternyata kemarin yang demo dan mogok itu petugas on board semuanya," kata Andri.
Budi mengatakan setidaknya ada 30 ribu penumpang Transjakarta yang diturunkan di sejumlah halte, terutama Halte Central Busway Harmoni. Penurunan penumpang itu merupakan buntut dari aksi demo tersebut.
"Pasti (diberi sanksi), kami akan lihat nanti. Ya kami lihat segala macam termasuk kalau nanti bisa pemecatan, enggak perpanjang," kata Budi
Budi berdalih belum terlaksananya pengangkatan status karyawan itu karena pihak manajemen tidak pernah mendapat perkembangan informasi terkait dengan status dan jumlah karyawan di PT TransJakarta. Pasalnya, kata dia, banyak dari karyawannya yang merupakan pindahan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT).
"Kami tidak pernah dapat klir updatenya sejak 2004 ke 2017 apakah karyawan bekerja dari awal sampai akhir, apakah keluar masuk ini di klir-kan dulu," kata Budi.
Budi juga tidak ingin karyawan yang masih berstatus kontrak tersebut justru tidak bisa menjadi karyawan tetap karena sering melakukan demo.
"Mereka statusnya masih karyawan. Kami tidak mau ini menjadi lebih pelik. Jangan sampai kesepakatnya dicapai tapi enggak diterima sebagai karyawan tetap karena melakukan demo-demo," kata Budi