Menurut Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Rudy Permana, awak yang bertugas itu adalah bagian dari satuan tugas lebaran untuk menjamin ketersedian BBM. Jumlah anggota Satgas itu diklaim masih di atas kebutuhan normal harian yakni sebanyak 1.190 orang.
"Sebagai penyokong, disiapkan juga 200 orang AMT Sipil dan TNI dan Polri,” kata Rudy dalam keterangan tertulisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengantisipasi dengan menyiapkan awak mobil tanki, anak usaha Pertamina ini juga menyiapkan strategi alih suplai dengan terminal BBM sekitar Plumpang untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat.
“Karena itu selama Lebaran, Pertamina Patra Niaga memastikan masyarakat dapat mengakses BBM tanpa hambatan,” katanya.
Sebelumnya FBTPI mengklaim akan ada pemogokan nasional ribuan awak mobil tangki di 11 depot Pertamina. Mereka menuntut untuk diangkat menjadi karyawan tetap dan upah lembur.
"Perangkat pemogokan sudah siap 100 persen sejak malam ini. Kami menyediakan tenda, atribut, spanduk dan lain-lain. Akan ada ribuan sopir yang mogok. Aksi ini berlangsung hingga 26 Juni, namun semuanya tergantung hasil perundingan di lapangan," kata Wadi Atmawijaya, Humas FBTPBI kepada CNNIndonesia.com, Minggu (18/6) malam.
Ini bukan aksi mogok pertama yang digelar oleh awak mobil tangki. Sebelumnya juga telah menggelar aksi yang sama pada November 2016.
Aksi pertama sempat dimediasi oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan menghasilkan sejumlah kesepakatan antara Pertamina dan awak mobil tangki
Kesepakatan tersebut antara lain mempekerjakan lagi mereka yang mengikuti aksi, mengubah sistem kerja, membayar pesangon karyawan yang di-PHK, dan membayar BPJS Tenaga Kerja para sopir.