Jemaah Ahmadiyah pun meminta perlindungan secara khusus kepada polisi agar dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang.
"Atas peristiwa teror ini, kami juga meminta kepolisian untuk melakukan penegakan hukum kepada pelaku serta mengungkap motif teror," kata Tim Pembela Kebebasan Sipil selaku Kuasa Hukum Jamaah Ahmadiyah Indonesia Depok Asep Komarudin, seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku yang terdiri dari beberapa orang tersebut melakukan aksi teror dari empat titik, di antaranya dari pagar belakang masjid, samping masjid, gerbang depan dan bagian depan bangunan masjid Al Hidayah.
Tidak jauh dari Masjid Al Hidayah sebuah spanduk penolakan terhadap Jamaah Ahmadiyah dipasang oleh pelaku.
"Kami menyayangkan aksi teror yang terjadi di mana seluruh umat Islam tengah mempersiapkan Hari Raya Idul Fitri. Aksi teror ini telah menodai kesucian bulan ramadhan dan peringatan Hari Raya Idul Fitri 1438 H," ujarnya.
Dia juga meminta Presiden Joko Widodo agar dapat memastikan jaminan perlindungan kepada seluruh warga negara tanpa kecuali dalam menganut agama, keyakinan, dan beribadah.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi atas tindakan teror yang terjadi, tetap tenang untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H," katanya.
Lihat juga:'From Ahmadiyah With Love' |