Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Advokasi GNPF-MUI, Kapitra Ampera. Kata Kapitra, Rizieq memilih berlebaran di Kota Tarim karena ingin bersilaturahmi dengan guru-gurunya.
"Habib kemarin lebaran di Yaman, di Kota Tarim. Dia diterima dengan baik di sana, dia lebaran di sana. Dia bersilaturahmi," kata Kapitra kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kapitra, alasan lain yang membuat Rizieq memilih berlebaran di Kota Tarim, karena menantunya tinggal di kota itu.
Lihat juga:GNPF Temui Jokowi, Rizieq Titip Pesan |
"Dia bersilaturahmi. Tapi dia khusus bersilaturahmi ke gurunya, Habib Umar," tuturnya.
Menurut Kapitra, dia selalu berkomunikasi dengan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu, yang juga kliennya dalam kasus hukum yang tengah bergulir di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.
Di sela-sela komunikasi itu, tutur Kapitra, Rizieq kerap menyelipkan candaan yang bisa memancing gelak tawa. Menurut dia, Rizieq merupakan sosok yang humoris dengan orang di sekitarnya.
"Kadang-kadang dia kirim cerita, ujungnya suruh ketawa. Dia bilang jangan tegang melulu, habib ini suka bercanda mulu, suka iseng. Komunikasi terus dilakukan," ujar Kapitra.
Dua pekan sebelum ditetapkan sebagai tersangka dugaan konten pornografi 29 Mei silam, Rizieq bersama keluarganya terbang ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah sekaligus bersilaturahmi dengan pemuka agama setempat.
Rizieq Shihab. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) |
Syarat itu di antaranya, jaminan tidak ditangkap ketika tiba di Indonesia, dan memberikan waktu kepada Rizieq untuk beristirahat sebelum menjalani pemeriksaan polisi dalam kasus-kasus yang menjeratnya.
Sugito berharap, dengan adanya pertemuan itu, perkara-perkara yang menjerat Rizieq dapat diselesaikan.
"Semoga pertemuan tersebut ada manfaatnya untuk kebaikan bersama dan perkara yang terkait dengan ulama dan aktivis lainnya bisa tidak dilanjutkan," kata Sugito.
Rizieq Shihab. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)