Bambang berpandangan, hal itu terlihat dari rangkaian serangan di masjid yang terjadi di berbagai negara beberapa waktu terakhir seperti Arab Saudi dan Irak.
"Serangan terhadap sejumlah masjid di berbagai negara itu menjadi bukti bahwa kelompok-kelompok teroris melancarkan serangan secara membabi buta. Komisi III DPR yakin Polri pun mengamati kecenderungan ini," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada bulan Ramadan tahun lalu, kelompok teroris juga meledakan bom bunuh diri di luar Masjid Nabawi, Madinah dan di kota Jeddah, Arab Saudi.
Politikus Golkar ini meminta masyarakat agar tidak ragu berbagi informasi dengan Kepolisian jika melihat hal-hal yang mencurigakan di lingkungan masing-masing.
"Sebab, para terduga teroris memang selalu berbaur dengan masyarakat," ucapnya.
Di Indonesia sendiri, sebelumnya telah terjadi pnyerangan terhadap pos jaga Markas Polda Sumatera Utara pada Minggu (26/6) sekitar pukul 03.00 WIB.
Akibat penyerangan tersebut, Martua meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah di dada, tangan, dan leher.
Hingga kini, Polda Sumatera Utara telah menetapkan tiga orang tersangka yaitu Ardial Ramadhana alias AR (34) yang tewas dalam penyerangan, Syawaludin Pakpahan alias SP (43) dan Boboy alias BB (17).
Ketiganya akan dijerat dengan Pasal 6 dan 7 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan atau Pasal 340 KUHP Pidana.